Tanda Tanya Di Balik Perpisahan Schweinsteiger.

12:36 AM by Unknown

Agen Bola Terbaik - Setahun Setelah Toni Kroos Pergi, Munchen Kembali Harus Kehilangan Gelandang Jerman Terbaiknya Apa Yang Sebenarnya Diinginkan Pep Guardiola?



Agen Bola Terbaik


Agen Bola Terpercaya - Sang Fussaballgott, alias dewa sepakbola telah pergi dari tanah terjanjikan. Dipastikannya Bastian Schweinsteiger hijrah ke Man United pada sabtu (11/7) kemarin sekonyong-konyong menyisakan duka mendalam bagi penggemar Munchen.

Betepa tidak raksasa Bundesliga Jerman itu baru saja ditinggal pergi ikonnya. Laksana Real Madrid yang kehilangan Raul Gonzales, Juventus yang melepas kepergian Del Piero atau Liverpool yang berpamitan dengan Steven Gerrard. Munchen pun demikian, Schweinsteiger seperti sudah digariskan sebagai one-man-club bersama Die Roten, tapi takdir punya cerita lain.

Bastian Scweinsteiger disebutkan berlabuh ke Old Trafford dengan banderol €18 juta hingga €202 juta dan di kontrak tiga musim dengan bayaran €10 juta per-tahun, setara dengan gaji yang didapatkan di Allianz Arena. Sebelumnya negosiasi perpanjangan kontrak yang menyisakan semusim lagi menemui jalan buntu.

Agen Casino Online - Kabar kepergian Scweinsteiger ke Inggris ini sudah tercium sejak Mei lalu setelah manajer Van Gaal dilaporkan ingin mempersolid lini tengah Man United sekaligus bereuni dengan eks anak asuhnya di Bayern Munchen tersebut. Namun banyak pihak menilainya sebagai rumor belaka. Sejarah juga membuktikan belum pernah ada oemain Jerman yang membela Man United. Nama terdekat adalah eks kiper akademi Man United, Robert Zieler namun yang bersangkutan belum perna sekalipun membela tim senior United.

Pada akhirnya apa yang ditakutkan benar-benar terjadi, rumor menjadi fakta. Scweinsteiger yang sudah mengusung panji Bayern Munchen sejak di tim junior pada  1998, harus mengakhiri kiprah cemerlangnya di Bavaria. Memori manis juga pahit kini tinggal kenangan.

Agen Judi Online - Siapapun masih ingat dengan kemunculan youngster eksplosif berambut pirang menyisir sisi sayap, lantas berubah peran menjadi sosok tangguh nan elegan di sentral lapangan. Kemudian terdapat air mata di final Liga Champions 2010 melawan Internazionale dan tangisan lain yang lebih kencang di Bayern Munchen setelah kegagalan eksekusi penaltinya kontra Chelsea di final Liga Champions 2012. Hingga tibalah momen pembalasan di musim 2012/2013 dengan raihan treble bersejarah.

Setahun berselang sang dirigen lapangan tengah Bayern Munchen ini lantas memyempurnakan kesuksesannya di level klub ini dengan cara heroik: berdarah-darah bersama timnas Jerman dalam final Piala Dunia 2014 kontra Argentina di kuil sepakbola Maracana. 17 tahun 20 gelar plus status juara dunia, menjadikannya sebagai favorit utama fans Bayern.

0 comments:

Post a Comment